Pikiran Negatif Hilang, Sukses pun Datang
Sulit untuk dibayangkan bagaimana seseorang bisa menghilangkan pikiran negatif serta rintangan yang membatasi dirinya untuk terus berkarya. Apalagi bisa meningkatkan rasa kepercayaan diri hanya dalam waktu singkat. Benarkah itu bisa dilakukan?
”Sebetulnya mudah saja, asal orang itu ingin berubah dan punya keinginan bahwa dia mampu,” ungkap Issa Kumalasari dari Starfield Institute. Kuncinya, dilanjutkan Issa, berfokus pada apa yang diinginkan. Dia lantas mencontohkan orang yang ingin kaya agar tidak hidup susah. Setelah dia kaya, tidak ada lagi faktor yang dapat membangkitkan kinerjanya.
Maka itu, menurut Issa, dia menjadi lalai dan bukan tidak mungkin kemiskinan akan menghampirinya kembali. ”Beda dengan orang yang ingin kaya karena alasan ingin hidup berkecukupan. Nah, pikiran negatif seperti tidak ingin miskin itu yang harus dihilangkan,” paparnya.
”Saya ditanya mengapa dalam berkarier variasi itu penting, saya katakan agar lebih bersemangat bekerja,” ujar Adit, salah seorang peserta motivasi diri. Padahal, sebelumnya di hadapan peserta lain, Adit mengatakan bahwa variasi sangat penting baginya agar dia tidak bosan bekerja.
Sementara itu, ketika ditanya mengapa aspek penghargaan yang ditulisnya penting dalam berkarier, Lily menjawab agar bisa memberikan contoh yang baik kepada bawahan. Ia lupa bahwa sebelumnya menyatakan, sebuah penghargaan atau pengakuan itu menempatkan kedudukan penting dalam berkarier agar tidak dipandang sebelah mata.
Begitu pun Nugraha Amijaya, 27, juga punya pengalaman dengan pikiran negatif. Ia mengaku tidak percaya diri berbahasa Inggris di depan sebuah forum. Padahal, sebagai trainer assistance, ia dituntut untuk presentasi dalam bahasa Inggris. Untungnya, setelah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan salah satu motivator, hanya dalam waktu 15 menit percaya dirinya sudah tumbuh.
”Saya mencari akar penyebab masalah yang mengakibatkan saya tidak pede bicara. Ternyata saya takut tidak bisa tampil bagus dan ditertawakan. Jadi, bukan karena saya tidak bisa ngomong Inggris,” ungkap pria yang akrab disapa Amir ini.
Setelah itu, Amir berusaha mencari sumber daya yang dimilikinya untuk dapat menyelesaikan masalah. ”Saya punya modal vocab, grammar dan mahir conversation. Setelah tahu kelemahan dan kelebihan saya, sudah tidak ragu lagi untuk presentasi,”pungkasnya. (RAS)
No Comments »
No comments yet.
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI




