Make Your Dream Come True
Bersama Yunus Timotheus (Master Positive Thinking Pertama di Indonesia)
TANYA:
Saya masih bingung membedakan antara istilah lamunan, khayalan, impian dan cita-cita. Mana yang yang boleh dan mana yang tidak boleh? Betulkah kita harus punya cita-cita setinggi langit? Kalau tidak kesampaian apa tidak akan menjadi stress dan frustasi pak? Sekian pertanyaan saya. Terima kasih.
Cahyo, Bandung
JAWAB:
Terima kasih ya Cahyo atas pertanyaannya. Lamunan atau khayalan punya makna yang sama yaitu menginginkan atau mengharapkan sesuatu tetapi sering kali tidak ada realisasinya sehingga tidak bisa terwujud atau menjadi sebuah kenyataan. Kenapa bisa begitu? Jawabannya adalah karena namanya saja sebuah lamunan atau khayalan. Contoh sebuah lamunan atau khayalan adalah sebagai berikut. Coba ya kalau saya pacaran dan menikah dengan bintang film terkenal dari Hollywood, pasti saya bahagia sekali. Saya akan keliling dunia bersama istri saya dan disambut dimana-mana bagaikan superstar. Lamunan seperti itu bisa bikin sipelamun atau sipengkhayal senyum-senyum sendiri. Selama melamun dan mengkhayal dia akan tenggelam dan asyik sendiri sehingga lupa makan, lupa kerja. Setelah sadar dari lamunan biasanya dia geli sendiri mengingat apa yang baru dilamunkannya. Kesadarannya mengatakan bahwa semua itu tidak mungkin terjadi karena mana ada artis Hollywod yang mau dengan orang yang wajahnya tidak ganteng, tidak berpendidikan tinggi, tidak kaya, tinggal di desa dan masih menganggur.
Sebenarnya apakah hal tersebut benar-benar merupakan suatu hal yang mustahil? Menurut saya tidak. Hanya saja kalau seseorang menginginkan sesuatu tetapi tidak mau berusaha untuk mewujudkannya, hal itu yang disebut lamunan atau khayalan.
Cita-cita dan impian pada dasarnya sama dengan lamunan dan khayalan, yaitu sebuah keinginan atau harapan. Yang membedakannya, cita-cita adalah keinginan yang lahir dari pikiran yang sadar dan terus menerus dipikirkan dan diucapkan. Seorang yang bercita-cita menjadi dokter, akan selalu ingat cita-citanya ini dan bisa memberikan alasan kenapa dia mempunyai cita-cita tersebut. Yang lebih penting, orang yang punya cita-cita cenderung melakukan langkah-langkah yang dianggap bisa mewujudkan cita-citanya tersebut. Jadi ada UPAYA untuk mewujudkannya. Hal ini yang membedakan antara lamunan, khayalan dan cita-cita. Satu lagi, orang yang melamun tidak akan berani mengatakan apa yang sedang dilamunkannya sedangkan orang yang bercita-cita tidak pernah malu untuk mengatakan cita-citanya.
Nah sekarang kita sampai pada istilah impian, sesuatu yang diimpikan atau diharapkan. Berarti ada kesamaan ya antara lamunan, khayalan dan cita-cita yaitu sama-sama ada yang diinginkan atau diharapkan. Munculnya istilah impian untuk memberikan motivasi kepada setiap orang agar berani memiliki cita-cita, sekalipun keinginan tersebut merupakan suatu hal yang luar biasa sekalipun. Jadi kalau ada nasehat yang berbunyi gantungkanlah cita-citamu setinggi bintang di langit artinya jangan takut untuk mempunyai cita-cita. Sebagaimana yangkita alami dalam mimpi, segala sesuatu mungkin kan? Dalam mimpi kita bisa jadi raja, bisa punya rumah mewah, jadi konglomerat dan sebagainya. Pokoknya apa saja mungkin kalau dalam mimpi, wong namanya juga mimpi. Nah, hal inilah yang ingin ditekankan dalam istilah impian yaitu jangan batasi cita-citamu.
Para pembaca Karir-Up yang positif, seringkali sebuah keinginan dan harapan jadi tidak terwujud disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:
Pertama, kita sendiri yang menjadi penghalangnya dengan mengatakan ah gak mungkinlah bisa menjadi kenyataan. Jadi bagaimana bisa terwujud kalau dari sejak awal muncul keinginan sudah dihalangi oleh pikiran, perasaan dan perkataan kita sendiri yang negatif. Kedua, kita tidak punya keinginan atau impian. Jadi apa yang akan diwujudkan kalau keinginannya saja gak ada? Ketiga, kita hanya sekedar punya keinginan tetapi sayang tidak dibarengi dengan usaha yang keras. Kalau ada kesulitan langsung menyerah dan tidak meneruskannya.
Lewat kesempatan ini saya ingin mengatakan kepada Cahyo dan semua pembaca Karir-Up, jangan takut untuk memiliki impian. Sebab impian akan memberikan semangat atau motivasi kepada kita. Orang yang hidupnya memiliki banyak impian akan lebih bergairah hidupnya dibandingkan dengan orang yang tidak punya impian. Orang yang impiannya tinggi pasti akan lebih semangat dibandingkan orang yang impiannya rendah.
Dalam kacamata Berpikir Positif saya ingin mengingatkan agar semua impian kita haruslah merupakan impian yang positif. Artinya semua keinginan dah harapan kita harus positif, yaitu bermanfaat untuk diri sendiri, bermanfaat untuk orang lain dan bermanfaat di mata Tuhan. Asal ada ketiga hal tersebut, sekali lagi jangan takut bermimpi atau memiliki impian. Hanya saja agar impian tersebut tidak hanya sekedar impian semata melainkan bisa menjadi kenyataan (dream come true) maka Anda harus siap untuk berjuang. Dan ingat, setiap perjuangan pasti ada pengorbanan. Orang yang siap bekerja keras, tekun, teliti dan pantang menyerah, ditambah dengan sifat yang ramah, rendah hati, jujur dan baik budi, pasti akan bisa mewujudkan impian menjadi kenyataan. Siapkah Anda dengan syarat-syarat tersebut?
Bagaimana kalau kita punya impian yang besar, sudah berupaya dengan maksimal tetapi belum berhasil juga, apakah tidak akan strss dan frustasi? Ya, kalau kita Berpikir Negatif. Tidak akan stress dan frustasi kalau kita selalu Berpikir Positif. Sebab orang yang Berpikir Positif selalu melihat kegagalan sebagai sebuah pelajaran. Jadi kalau ada kegagalan berarti ada yang perlu diambil hikmahnya, diperbaiki, diperjuangkan kembali, pasti akan berhasil. Seperti kata pepatah, seorang sukses bukanlah orang yang tidak pernah gagal melainkan orang yang selalu bangkit saat mengalami kegagalan.
Yang terakhir dan terpenting, libatkan Tuhan dalam setiap impian kita. Ingat, manusia punya bisa tetapi Tuhan punya kuasa. Selamat mewujudkan impian menjadi kenyataan. Salam Positif.
No Comments »
No comments yet.
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI




