Maryati tidak Terdaftar Resmi
CIAMIS, KARIR-UP.COM – Maryati (47) asal Dusun Ciwahangan RT 01 RW 09 Desa Baregbeg, Kec. Baregbeg, Kabupaten Ciamis yang saat ini tidak diketahui keberadaannya di Malaysia, ternyata tidak terdaftar di Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Ciamis. Kasus tersebut juga dilaporkan ke Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BN2PTKI).
“Berdasarkan data yang ada pada kami, ternyata tidak ada TKI Ciamis yang bernama Maryati,” kata Kasi Penempatan dan Produktivitas Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Ciamis Atun Asriandi, di ruang kerjanya, Rabu (24/6).
Disebutkan, data terakhir tahun 2008 yang tercatat secara resmi di Dinsosnakertrans Ciamis, ada 236 TKI (37 laki-laki dan 199 perempuan). Sebagian besar menjadi TKI di Arab Saudi, kemudian Malaysia (33), Korea (8), Taiwan (6), Timur Tengah (39), Abu Dhabi (5), Hong Kong 4, dan Singapura (5).
“Kalau yang tidak terdaftar sulit untuk perlindungannya. Data yang pada kami semuanya lengkap termasuk perusahaan pengerah tenaga kerjanya. Kami juga harus menyusuri mengapa keberangkatannya dari Medan, sebab selama ini TKI Ciamis berangkat dari Jakarta,” kata Atun.
Menurut Atun, pihaknya sudah mendatangi suami Maryati untuk menanyakan perusahaan yang jadi sponsor pengiriman Maryati. Namun mereka tidak menemukan perusahaan tersebut.
Dia juga berharap nasib Maryati yang sudah empat tahun tidak pulang dan tidak diketahui keberadaannya dapat segera diketahui.
“Kami menyerahkan persoalan itu ke BN2PTKI. Yang pasti, kalau pemberangkatan tidak resmi, kami yang dibuat repot jika muncul permasalahan,” katanya.
Seperti diberitakan, Maryati (47) sudah empat tahun meninggalkan tanah air untuk bekerja menjadi pembantu rumah tangga di Malaysia. Namun, selama empat tahun, ini yang bersangkutan tidak pernah pulang.
Surat terakhir yang dikirim kepada suaminya, Agus Darmanto (46) bertanggal 26 April 2008. Maryati juga menyatakan pada Agustus 2008 hendak pulang, namun sampai saat ini tidak diketahui nasibnya.
Agus pernah mencoba menghubungi nomor telefon majikan Maryati. Ketika pertama kali ditelefon, yang menerima terdengar suara seperi anak kecil, yang kemudian ditutup. Setelah itu beberapa kali dicoba dihubungi selalu tidak ada jawaban.
(rahmat saepulloh/ pr)
No Comments »
No comments yet.
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI




