Ratusan Karyawan PT Sansan Datangi Mapolda

Posted by editor | ketenagakerjaan,liputan | Tuesday 30 June 2009 10:59 am

BANDUNG, KARIR-UP.COM- Ratusan karyawan PT Sansan Saudaratex yang berlokasi di Jln. Cibaligo No. 33 Kel. Cibeureum, Kec. Cimahi Selatan, Senin (29/6), mendatangi Mapolda Jabar. Mereka menuntut polisi segera menuntaskan kasus penggelapan uang koperasi karyawan senilai Rp 1,2 miliar yang diduga dilakukan pengurus koperasi.

Para karyawan yang sebagian besar perempuan itu, berkumpul di halaman depan Mapolda Jabar. Satuan Tindak Pidana Tertentu yang menangani kasus itu, menerima sepuluh orang perwakilan dari karyawan.

Menurut Wahyudin (35), anggota koperasi, kasus tersebut telah dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal (Ditreskrim) Polda Jabar pada 12 Februari 2009. Nomor laporannya ialah LP/71/B/II/2009 dengan terlapor Hengky Rahmala Damanik yang merupakan Ketua Pengurus Kokasan (Koperasi Karyawan PT Sansan).

Pelapor yang merupakan anggota koperasi, pernah dikirimi hasil penyelidikan sementara oleh penyidik dengan nomor B/305/V/2009/Ditreskrim. Surat tertanggal 29 Mei 2009 itu ditandatangani Direskrim Polda Jabar Komisaris Besar Ari Dono Sukmanto.

Dalam surat itu disebutkan, polisi telah memeriksa sejumlah pengurus koperasi, yaitu Tia Lesmana, Utari Jumiarsih, Harun Tabah, Ina Ratnasari, Sulasmi, Cucu Sari Fatimah, dan Sri Mulyaningsih. Namun, penyelidikan masih terkendala soal belum adanya auditor yang ditunjuk kedua pihak untuk audit kerugian anggota koperasi.

Sejak 2007

Indikasi penyelewengan dana koperasi itu dirasakan anggota koperasi sejak tahun 2007. Para anggota yang akan mengambil tabungan koperasi, meminjam uang, dan mengambil tabungan sukarela, mengalami kesulitan.

Menurut Tuti, seorang karyawan dan anggota koperasi, dana tabungan tiap anggota bervariasi mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 3,5 juta. “Kami mulai susah mencairkan sejak tahun 2007. Alasannya macam-macam,” katanya.

Dalam Rapat Anggaran Tahunan pada tahun 2008, para pengurus tidak mampu menunjukkan dan mempertanggungjawabkan uang anggotanya. Pengurus beralasan, uang anggota tersebut dipakai untuk membuat usaha demi kemakmuran anggota. Namun, pengurus kembali menjawab tidak tahu ketika ditanya jenis usaha tersebut. Akhirnya, beberapa dari pengurus mengakui bahwa uang anggota itu ada yang dipakai untuk keperluan pribadi.

(rahmat saepulloh/ pr)


Resources Resources Resources Resources

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment