TKW, Sudah Lima Tahun tidak Pulang
Maraknya pemberitaan tentang tenaga kerja wanita (TKW) yang menjadi korban di negeri tetangga, membuka luka-luka lama keluarga lainnya yang di tinggal anggota keluarganya menjadi TKW. Suasana haru pun terjadi di pemakaman Onis di Kampung Cijati RT 03 RW 13 Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Onis adalah salah seorang TKW yang tewas di Malaysia karena diduga gantung diri setelah hampir enam bulan bekerja di sana sebagai pembantu rumah tangga.
Ternyata tidak hanya keluarga Onis yang kehilangan anggota keluarganya. Seorang ibu paruh baya yang menggendong putrinya dengan kain itu, turut terisak saat pemakaman Onis. Dia menunjukkan foto putri pertamanya yang sudah lima tahun ke belakang tak ada kabar beritanya.
“Anak saya Dini Mulyati, waktu itu dia pergi tahun 2004 ke Kuala Lumpur ketika umurnya 17 tahun. Sampai saat ini saya tidak mendapatkan kabar apa pun darinya. Cuma ada satu surat yang pertama dan terakhir ketika Dini sudah bekerja di sana selama tujuh bulan pertama,” tutur sang ibu, Een Rohaeni (40), warga Kampung Mekarwari RT 1 RW 10, Desa Sarimukti, Kec. Cipatat, Kab. Bandung Barat.
Dalam suratnya, kata Een, Dini hanya memberitahukan bahwa dia sudah berganti nama menjadi Elisa. Selain itu, dia mengeluh tentang majikannya yang galak.
“Anak saya dikontrak untuk bekerja selama dua tahun. Tapi ini sudah lima tahun. Saya mohon bantuannya, saya ingin tahu kabar anak saya. Saya sudah tidak tahu kemana lagi harus mencari tahu keberadaan anak saya, sponsor yang memberangkatkannya pun entah ke mana,” tuturnya.
Nampaknya, Een harus bersabar. Di Kab. Bandung Barat kasus kehilangan anggota keluarga yang bekerja di negeri orang belum sepenuhnya dituntaskan. Belum lagi, kasus Onis tuntas, kasus Euis Komariah warga Kp. Pasirtengah RT 3 RW 11, Desa Mandalamukti, Kec. Cikalongwetan yang terkatung-katung selama dua tahun ini belum juga ada titik terang.
Dengan munculnya kasus-kasus seperti ini ke permukaan, dipastikan ada keluarga-keluarga lainnya yang mempertanyakan keberadaan salah seorang anggota keluarganya yang rela mencari nafkah ke negeri orang meski nyawa jadi taruhannya.
(rahmat saepulloh/ pr)
No Comments »
No comments yet.
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI




