<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>karir-up.com &#187; humanis</title>
	<atom:link href="http://www.karir-up.com/category/humaniora/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.karir-up.com</link>
	<description>inspirasi karir dan kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 08:07:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Demi Bapak Sama Emak, Saya Mau Jadi PRT</title>
		<link>http://www.karir-up.com/2010/02/demi-bapak-sama-emak-saya-mau-jadi-prt/#utm_source=feed&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=feed</link>
		<comments>http://www.karir-up.com/2010/02/demi-bapak-sama-emak-saya-mau-jadi-prt/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 03:38:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[humanis]]></category>
		<category><![CDATA[Humanis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.karir-up.com/?p=4266</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi pembantu rumah tangga (PRT) memang bukanlah pilihan menarik. Namun terkadang nasib yang dilatarbelakangi kekurangan ekonomi menjadi persoalan klise yang sering mengantarkan seseorang untuk menjadi pembantu rumah tangga. Bukan hanya wanita dewasa, PRT usia muda pun banyak yang menekuni profesi ini. Contohnya Siti, gadis berusia 14 tahun asal Kab. Bandung Barat yang sudah lima bulan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.karir-up.com/2010/02/demi-bapak-sama-emak-saya-mau-jadi-prt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penjual Kopi Keliling Bermental Baja</title>
		<link>http://www.karir-up.com/2010/02/penjual-kopi-keliling-bermental-baja/#utm_source=feed&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=feed</link>
		<comments>http://www.karir-up.com/2010/02/penjual-kopi-keliling-bermental-baja/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 03:29:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[humanis]]></category>
		<category><![CDATA[Humanis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.karir-up.com/?p=4218</guid>
		<description><![CDATA[Mengais rejeki untuk bertahan hidup di kota besar seperti Kota Bandung, menjadi alasan bagi Surti, wanita asal Kebumen berjualan kopi keliling. Berbekal berbekal kotak plastik dan termos, Surti berkeliling menjajakan kopi. &#8220;Selain kopi, saya juga jualan nasi kuning. Tapi nasi kuning ini punya bos,&#8221; ujar wanita yang mengaku baru berusia 16 tahun itu. Pagi-pagi sekali [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.karir-up.com/2010/02/penjual-kopi-keliling-bermental-baja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bermodalkan Cangkul, Anin Mencari Sesuap Nasi</title>
		<link>http://www.karir-up.com/2010/01/bermodalkan-cangkul-anin-mencari-sesuap-nasi/#utm_source=feed&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=feed</link>
		<comments>http://www.karir-up.com/2010/01/bermodalkan-cangkul-anin-mencari-sesuap-nasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 02:48:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[humanis]]></category>
		<category><![CDATA[Humanis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.karir-up.com/?p=4129</guid>
		<description><![CDATA[Anin (46), tukang gali dan kuli angkut yang biasa mangkal di Jln. Soekarno-Hatta dan Ciwastra Bandung. Bermodalkan cangkul dan alat pikul, pria asal Majalengka ini menginjakkan kaki di Kota Kembang. Tak ada uang berlebih yang menyertainya, hanya cangkul dan alat pikul yang menjadi andalannya mencari sesuap nasi demi keluarga. Setiap hari Amin berkeliling dari satu [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.karir-up.com/2010/01/bermodalkan-cangkul-anin-mencari-sesuap-nasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semangat Abah Mahdi yang Tak Pernah Pudar</title>
		<link>http://www.karir-up.com/2010/01/semangat-abah-mahdi-yang-tak-pernah-pudar/#utm_source=feed&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=feed</link>
		<comments>http://www.karir-up.com/2010/01/semangat-abah-mahdi-yang-tak-pernah-pudar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 04:47:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[humanis]]></category>
		<category><![CDATA[Humanis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.karir-up.com/?p=4045</guid>
		<description><![CDATA[Kulit wajah yang keriput menandakan Abah Mahdi sudah dimakan usia. Namun semangatnya untuk mencari rezeki tidak pernah pudar. Setiap hari, lelaki tua ini selalu menyusuri sejumlah ruas jalan di Kota Bandung hanya untuk menjajakan dagangannya. Sesekali Abah Mahdi mampir di tempat keramaian dan menggelar dagangan berupa sandal jepit yang terbuat dari ban mobil bekas. Satu [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.karir-up.com/2010/01/semangat-abah-mahdi-yang-tak-pernah-pudar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tak Sebanding dengan Kerja Keras</title>
		<link>http://www.karir-up.com/2009/11/tak-sebanding-dengan-kerja-keras/#utm_source=feed&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=feed</link>
		<comments>http://www.karir-up.com/2009/11/tak-sebanding-dengan-kerja-keras/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 03:13:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[humanis]]></category>
		<category><![CDATA[Humanis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.karir-up.com/?p=3766</guid>
		<description><![CDATA[Seandainya Cobek termasuk karya seni, pasti pembuatnya akan mendapat penghargaan. Sebab karya yang satu ini lebih daripada sekadar alat dapur. Membuat cobek dari batu alam asli sangat sulit. Membutuhkan keterampilan dan keahlian khusus. Namun apa daya, mutu dan coet sudah ditakdirkan sebagai alat rumah tangga, sehingga dihargai sangat murah. Coet berdiameter 27 cm hanya dihargai [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.karir-up.com/2009/11/tak-sebanding-dengan-kerja-keras/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bocah Sang Ojek Payung</title>
		<link>http://www.karir-up.com/2009/11/bocah-sang-ojek-payung/#utm_source=feed&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=feed</link>
		<comments>http://www.karir-up.com/2009/11/bocah-sang-ojek-payung/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 05:20:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[humanis]]></category>
		<category><![CDATA[Humanis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.karir-up.com/?p=3704</guid>
		<description><![CDATA[Tubuh mungilnya terlihat menggigil, bibirnya kebiruan akibat cuaca dingin. Padahal bocah berusia 7 tahun tersebut tampak membawa payung besar, rasanya tidak mungkin kalau ia harus terguyur air hujan. Ternyata setelah diamati beberapa saat, bocah yang diketahui bernama Wawan, warga Jln. Ahmad Yani, Bandung tersebut seorang ojek payung. Pantas saja ia rela kedinginan hingga beberapa jam [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.karir-up.com/2009/11/bocah-sang-ojek-payung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengais Optimisme dalam Tenda</title>
		<link>http://www.karir-up.com/2009/10/mengais-optimisme-dalam-tenda/#utm_source=feed&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=feed</link>
		<comments>http://www.karir-up.com/2009/10/mengais-optimisme-dalam-tenda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 04:28:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[humanis]]></category>
		<category><![CDATA[Humanis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.karir-up.com/?p=3540</guid>
		<description><![CDATA[Rona  kegelisahan tertangkap dari raut wajah polos sejumlah anak-anak korban gempa di sejumlah titik di Kec. Pangalengan, Kab. Bandung, saat ditanya mengenai perasaanya menghadapi hari pertama sekolah yang dimulai hari ini, Rabu (30/9) lalu. Bahkan tak sedikit dari mereka yang kemudian menggeleng saat ditanya mengenai kesiapan bersekolah kembali, setelah sejumlah sekolah rusak diterjang gempa. &#8220;Sebenarnya [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.karir-up.com/2009/10/mengais-optimisme-dalam-tenda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CPNS, Mendulang Harapan dan Realita ?</title>
		<link>http://www.karir-up.com/2009/10/cpns-mendulang-harapan-dan-realita/#utm_source=feed&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=feed</link>
		<comments>http://www.karir-up.com/2009/10/cpns-mendulang-harapan-dan-realita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 04:59:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[humanis]]></category>
		<category><![CDATA[Humamis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.karir-up.com/?p=3472</guid>
		<description><![CDATA[Atmosfer perekrutan CPNS bagi mereka para TKK dan guru honorer merupakan angin segar untuk menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS). Jenjang karier, gaji tetap, uang pensiunan yang selama ini ada di dalam bayangan selangkah lagi akan menjadi kenyataan apabila lolos melewati satu tes penentuan tersebut. Meskipun demikian, tak semua TKK berharap banyak dengan adanya perekrutan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.karir-up.com/2009/10/cpns-mendulang-harapan-dan-realita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bermalam di Bawah Gerobak</title>
		<link>http://www.karir-up.com/2009/09/bermalam-di-bawah-gerobak/#utm_source=feed&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=feed</link>
		<comments>http://www.karir-up.com/2009/09/bermalam-di-bawah-gerobak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 04:27:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[humanis]]></category>
		<category><![CDATA[Humanis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.karir-up.com/?p=3335</guid>
		<description><![CDATA[Mencari rezeki di sektor informal tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Ibaratnya tangan dijadikan kaki dan kaki dijadikan tangan, sangat berat perjuangan mendapatkan rupiah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di antara pekerjaan informal yang banyak dilakoni masyarakat kelas menengah ke bawah adalah menjadi pedagang kaki lima (PKL). Seperti halnya pekerjaan formal yang sangat terbatas, lahan usaha PKL [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.karir-up.com/2009/09/bermalam-di-bawah-gerobak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Allah Selalu Mencatat Tiap Peluh yang Menetes</title>
		<link>http://www.karir-up.com/2009/08/allah-selalu-mencatat-tiap-peluh-yang-menetes/#utm_source=feed&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=feed</link>
		<comments>http://www.karir-up.com/2009/08/allah-selalu-mencatat-tiap-peluh-yang-menetes/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 08:34:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[humanis]]></category>
		<category><![CDATA[Humanis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.karir-up.com/?p=3321</guid>
		<description><![CDATA[Djuriah menahan nyeri hebat di dada, tatkala debat Calon Presiden tengah membicarakan kesejahteraan rakyat, malam itu. Dia tak tertarik, Djuriah yang tak memiliki tv memilih istirahat di kamar bedeng yang sempit dan pengap, di lapak pemulung Petukangan Utara, Jakarta Selatan. Perempuan 50 tahun itu, memejamkan mata perlahan, di atas kasur tipis yang dibungkus seprei kumal. [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.karir-up.com/2009/08/allah-selalu-mencatat-tiap-peluh-yang-menetes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
